Selasa, 07 Juni 2016

KEGIATAN TAHUNAN "RONTEK GUGAH SAHUR" KHAS NYA PACITAN



Satu lagi budaya yang ada di Pacitan. yaitu Rontek Gugah sahur.  Kegiatan ini biasanya di lakukan pada bulan Ramadhan malam hari hingga menjelang sahur.  Tetapi kadang dilakukan pada hari perayaan kemerdekaan Indonesia.
Rontek berasal dari kata "ronda thetek" yang merupakan alat musik sejenis kentongan untuk ronda atau siskamling, terbuat dari bambu yang dilubangi memanjang di bagian tengahnya. Cara memainkannya dipukul-pukul dengan bambu juga sehingga terdengar alunan musik yang unik dan indah.

Dahulu Seni Rontek Gugah Sahur hanya dikombinasikan dengan instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron. Namun, saat ini dikombinasikan juga dengan instrumen musik modern seperti saxophone, bass drum, dan pianika.
Tradisi ini mengutamakan kekompakan dan keserasian pemain alat musik, penari, dan pesinden. Selain menarik, tradisi ini juga sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar warga.
Dalam kegiatan ini diikuti perwakilan dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan. bagi pemenang juga akan mendapat hadiah berupa uang tunai dan piala.
Tradisi ini ramai dikunjungi masyarakat baikdalam maupun luar kota Pacitan. turis mancanegara juga juga tak mau ketinggalan menyaksikan pertunukan ini.
So,,, walupun bulan puasa tidak ada salahnya berkunjung ke Pacitan untuk menyaksikan pertunjukan ini.
Dengan melihat tradisi ini sebagai masyarakat,kita turut andil dalam melestarikan budaya.


Satu lagi budaya yang ada di Pacitan. yaitu Rontek Gugah sahur.  Kegiatan ini biasanya di lakukan pada bulan Ramadhan malam hari hingga menjelang sahur.  Tetapi kadang dilakukan pada hari perayaan kemerdekaan Indonesia.
Rontek berasal dari kata "ronda thetek" yang merupakan alat musik sejenis kentongan untuk ronda atau siskamling, terbuat dari bambu yang dilubangi memanjang di bagian tengahnya. Cara memainkannya dipukul-pukul dengan bambu juga sehingga terdengar alunan musik yang unik dan indah.
Dahulu Seni Rontek Gugah Sahur hanya dikombinasikan dengan instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron. Namun, saat ini dikombinasikan juga dengan instrumen musik modern seperti saxophone, bass drum, dan pianika.
Tradisi ini mengutamakan kekompakan dan keserasian pemain alat musik, penari, dan pesinden. Selain menarik, tradisi ini juga sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar warga.
Dalam kegiatan ini diikuti perwakilan dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan. bagi pemenang juga akan mendapat hadiah berupa uang tunai dan piala.
Tradisi ini ramai dikunjungi masyarakat baikdalam maupun luar kota Pacitan. turis mancanegara juga juga tak mau ketinggalan menyaksikan pertunukan ini.
So,,, walupun bulan puasa tidak ada salahnya berkunjung ke Pacitan untuk menyaksikan pertunjukan ini.
Dengan melihat tradisi ini, sebagai masyarakat kita turut andil dalam melestarikan budaya. 
have a good time watching  :) :) :)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar